Berita

Universitas Suryakancana

REKTOR BUKA SOSIALISASI DAN PELATIHAN PKM HIBAH PPM DOSEN LINTAS UNIVERSITAS

SOSIALISASI: Rektor Unsur Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH,MH, S.Pn (tengah), Wakil Rektor I Dr. Hj. Iis Ristiani S.Pd M.Pd, Ketua LPPM Unsur Dr. dr. Hj. Trini Handayani, SH. MH., dan tim Hibah PPM Pemberdayaan Masyarakat Prof. Dr. RR. Novi Anoegrajekti, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Dinni Nurfajrin Ningsih, M.Pd. dari Universitas Suryakancana sebagai anggota peneliti, Sudartomo Macaryus, M.Hum dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa sebagai anggota peneliti, dan Dr. Arif Firmansyah, M.Pd dari Universitas Islam Nusantara sebagai anggota peneliti.(foto:dok UNSUR) 

UNSUR.ac.id-Sejumlah dosen lintas universitas menggelar Sosialisasi dan Pelatihan pada Hibah Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan judul "Optimalisasi Potensi Tradisi Carita Pantun dan Pengembangan Industri Kreatif Film Dokumenter pada Komunitas Arus Langit di Ruang Kuliah ll Gedung Pascasarjana Universitas Suryakancana (Unsur), Sabtu (1/10/2022).

Acara dibuka langsung Rektor Unsur Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH,MH, S.Pn. yang sangat menyambut baik kegiatan kolaborasi ini dan memotivasi untuk terus melakukan riset.

Selain itu hadir pula Wakil Rektor I Dr. Hj. Iis Ristiani S.Pd M.Pd, Ketua LPPM Unsur Dr. dr. Hj. Trini Handayani, SH. MH., para dosen, para mahasiswa dan Komunitas Arus Langit.

Hibah PPM Pemberdayaan Masyarakat ini diusung oleh beberapa dosen lintas universitas, yaitu Prof. Dr. RR. Novi Anoegrajekti, M.Hum. dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Dinni Nurfajrin Ningsih, M.Pd. dari Universitas Suryakancana sebagai anggota peneliti, Sudartomo Macaryus, M.Hum dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa sebagai anggota peneliti, dan Dr. Arif Firmansyah, M.Pd dari Universitas Islam Nusantara sebagai anggota peneliti. 

Kegitan realisasi pengabdian pada masyarakat ini menghadirkan dua narasumber yaitu Iwan Pranawa dengan materi Carita Pantun mulai dari sejarah sampai alat-alat yang digunakan untuk pagelaran pantun dengan menggunakan kecapi.

Iwan mengemukakan pada kesimpulan materi tersebut bahwasanya pada tahun 2022 sudah tidak ada lagi penggiat carita pantun (juru pantun) khususnya di Cianjur. Sedangkan materi dari praktisi musik dan film yaitu Erfin Fauzan mengemukakan transformasi seni pantun ke dalam sebuah musik.

Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan khidmat, peserta pada acara kegiatan tersebut sangat antusias serta menyimak pemaparan materi. Harapan pada kegiatan tersebut salah satu tim pengabdian pada masyarakat semoga kedepannya carita pantun akan tetap ada di masyarakat Sunda dan dapat dikenal pada saat ini, esok, dan nanti.

(*/tim)