UNSUR-BAWASLU JABAR SOSIALISASI PEMILU PADA MAHASISWA

UNSUR-BAWASLU JABAR SOSIALISASI PEMILU PADA MAHASISWA

PASIR GEDE-Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur menggandeng Universitas Suryakancana (UNSUR) menggelar Sosialisasi Penegakan Hukum Pemilu yang Berkeadilan dan Evaluasi Pemilu 2019 dan Proyeksi Pemilu 2020. Acara digelar di Aula Auditorium Pascasarjana UNSUR, Kamis (5/12).
Rektor UNSUR Prof Dr H Dwidja Priyatno SH MH S.Pn dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas kerjasama Bawaslu menggelar sosialisasi Pemilu di UNSUR.
Kegiatan katanya melibatkan, aktivis kampus, BEM dan Dosen di lingkungan UNSUR. "Terima kasih kepada Bawaslu Jabar pada acara Road Show di kampus UNSUR," kata Rektor.
Menurutnya, Pemilu di Indonesia yang paling rumit di Indoensia dan ini prestasi bagi penyelenggara termasuk Bawaslu, karena di era demokrasi saat ini, semua berharap Pemilu dilaksanakan secara demokratis yang diharapkan bisa memunculkan pemimpin yang bisa mensejahterakan rakyat, melakukan penggantian pemimpin dengan cara-cara demokratis masih ada pilihan yang terbaik, agar tidak seperti di negara-negara otoriter, dalam hal ini dengan cara pemilu, jangan salah memilih, untuk kesejahteraan, sosial diven, dan keamanan yang sesuai Undang Undang 1945 negara berdasarkan Pancasila, dan itu cita-cita negara RI," terang Rektor.
Selanjutnya pelaksanaan pemilu diharapkan ada keterlibatan semua pihak untuk membantu pemerintah, Bawaslu dan KPU agar Pemilu berkualitas dan memilih pemimpin yang berkualitas juga agar sejahtera dan negara yang berkualitas. "Kita juga terlibat menjadi stakeholder Pemilu berkualitas dengan bertukar pemikiran bersama tokoh-tokoh Jawa Barat, maka kampus terjaga untuk kemaslahatan ummat," tuturnya.
Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan, S.TP mengucapkan terima kasih atas penyambutan luar biasa penyelenggaraan sosialisasi di UNSUR dan tamu undangan, Bawaslu dan para pembicara, mahasiswa dan aktifis kampus. "Kegiatan ini sinergi Bawaslu dan Kampus, kenapa sinergi satu sisi kami menganggap proses dan persoalan pemilu banyak dan bukan hanya tanggungjawab Bawaslu dan sebagai institusi Bawaslu melakukan pencegahan, pengawasan, penegakan hukum dan peradilan khusus administrasi di KPU yang dulu MK sekarang oleh Bawaslu,”ujarnya.
"Ini bukan ringan, pelaksanaan pemilihan di satu waktu dan jam yang sama, tapi Alhamdulillah pengawasan bisa oleh Bawaslu, peta pemilih Jabar terbesar di Indonesia, DPT di Jabar sebanyak 33 juta dan memilih 91 kursi anggota legislatif nasional dari dapil Jabar," ungkapnya.
Menurutnya, Bawaslu memiliki empat  mandat dan upaya melakukan pencegahan dan penegakan Pemilu dan terbangun di elektoral di Indonesia. "Catatan kami ada pelaporan 942 perkara dugaan pelanggaran Pemilu, diantaranya ada beberapa pelanggaran administrasi Pemilu, APK,  ada 16 kasus politik uang, ada 12 kasus di provinsi, dan 12 kasus di kota, ada juga kasus tidak tertib pada aturan prosedur Pemilu. Maka Bawslu kewenanganya dalam penegakan Pemilu, proses di MK ada 34 permohonan dan hanya 1 dikabulkan yaitu di Bekasi, selebihnya telah selesai di Bawaslu.
“Maka diapresiasi atas capaian tersebut, tapi kami juga menyadari ada catatan perbaikan, soal penegakan hukum dan keadilan Pemilu yang harus dilakukan, termasuk kegiatan hari ini di Unsur ingin sinergi bersama dan ini seiring arah road map kami, Pemilu jujur, adil dan berintegritas, harus jelas kewenangan dan tugas fungsi isu penegakan hukum Pemilu, agar proses Pemilu terkawal dan outputnya bisa diselesaikan bersama, hasilnya diharapkan bisa memunculkan pemimpin yang berkualitas agar hak-hak pelayanan publik terlayani dan tidak ada anak yang tidak bisa sekolah, bisa melahirkan pemimpin yang bisa menjamin hak warga negaranya, di Cianjur tahun 2020 ada moment Pilkada, maka konsolidasi masyarakat sipil sangat diperlukan, untuk Pemilu berintegrasi dan menghasilkan pemimpin yang baik,” tambahnya.(tim)

Berita Lainnya