UNSUR-TNGGP WUJUDKAN DESA WISATA TERINTEGRASI

UNSUR-TNGGP WUJUDKAN DESA WISATA TERINTEGRASI

GEBKRONG-Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur dan sejumlah pihak melakukan kesepahaman bersama, di Balai Hedjo Cipruk, Desa Gekbrong, Selasa (12/11/2019).
Hal tersebut diwujudkan untuk meningkatkan integrasi pengelolaan wisata agro, wisata alam dan riset di Desa Gekbrong Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur secara baik.
Hadir dalam penandatanganan kersajama Memorandum of Understanding (MoU) Rektor UNSUR Prof Dr H Dwidja Priyatno SH MH S.Pn, Wakil Rektor 2 Hj Mia Amalia SH, MH, Wakil Rektor 3 Dr Anita Kamila SH MH, Ketua LPPM UNSUR Dr dr Hj Trini Handayani, SH, MH, Kabiro Umum Hesti Dwiastuti SH, MH, Kabiro Humas dan Kerjasama Mumuh M Rozi, SH, MH, Biro Keuangan Nurul Fauziah Faris, SE, Kabiro Kerjasama Internasional Dr HM Yahya Ahmad, Ir, MM, M.Ed dan sejumlah Staf.
Kepala Balai Besar Taman Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Wahju Rudianto mengatakan, atas gagasan bersama antara semua pihak dalam mewujudkan desa wisata yang terintegrasi inilah, pihaknya berharap, bisa terwujud mimpi dan harapan bersama menuju wisata yang lebih baik.
"Karena memang kami akui pemanfaatan dari TNGGP ini, masih belum maksimal. Sehingga dengan adanya kegiatan ini, bisa terwujud sesuai harapan," kata Wahju.
Upaya semua pihak dalam menyelaraskan wisata alam, wisata agro, dan didukung sebuah riset dari universitas terkemuka, diharapkan bisa menjadikan destinasi wisata di Cianjur ini menjadi sebuah pengaruh besar bagi pemberdayaan semuanya.
"Intinya, dampak dari semua yang akan dilaksanakan ini bisa berimbas positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sehingga bermanfaat dan memberikan nilai ekonomi yang lebih," tukasnya.
Rektor UNSUR Prof Dr H Dwidja Priyatno SH MH S.Pn dalam sambutanya mengatakan, bahwa pada prinsipnya UNSUR akan bersedia berkolaborasi dengan baik. 
Karena memang diakui Rektor Unsur itu, destinasi wisata yang ada di Gekbrong ini merupakan salah satu yang terbaik. Dengan begitu diharapkan bisa meningkatkan Sumber daya manusia (SDM) yang lebih handal bahkan menjadi devisa yang cukup besar. "Mudah-mudahan kami bisa berguna bagi masyarakat," ujarnya.
Arah tujuan wisata itu ketika sudah bervariatif, menurut Dwidja, akan banyak lagi dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Atas dasar itu pula jika dilihat dari sisi alam, sebetulnya Cianjur itu sudah tidak perlu ditata lebih. Sebab, ketika melihat alamnya pun sudah banyak yang menarik dan indah. Apalagi jika memang penataannya dilakukan, maka yakin akan memiliki kelebihan tersendiri bagi destinasi wisata di Cianjur ini. "Justru keaslian alam Cianjur inilah yang menjadi ciri khas destinasi wisata kita ini. Sehingga menjadi daya jual yang tinggi," kata Dwidja.
Dwidja menambahkan, bentuk kerjasama yang akan dilakukan pihaknya, yaitu melalui promosi. Baik bantuan promosi destinasi wisata yang akan dibuat secara online atau website, maupun secara media sosial pun akan dibantu.
"Jadi segala bentuk promosi destinasi wisata yang telah bekerjasama ini, bisa diupload di web maupun medsos. Sehingga bisa terjangkau luas secara nasional maupun internasional," kata dia.(tim)