LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten Monev ke UNSUR

LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten Monev ke UNSUR

PASIR GEDE-Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV mengunjungi Rektorat Universitas Suryakancana (UNSUR), Senin (9/9).
Tim LLDIKTI dipimpin langsung Sekretaris LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten Ir. Dharnita Chandra, M.Si didampingi tiga anggota tim diantaranya, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Penganggaran M. Ikrar Budi Jaya S.Sos, M.Si dan dua orang staf Adis Alannuary, S.Kom dan Rani Rahmayani, SE.
Tim Monev diterima langsung Rektor UNSUR yang diwakili Wakil Rektor 1 Dr Hj Iis Ristiani, WR 2 Hj Mia Amalia, MH, WR 3 Dr Anita Kamila, MH, Ketua LPPM Unsur, Dr. dr. Hj. Trini Handayani, SH, MH, para Kepala Biro dan staf di lingkungan Rektorat UNSUR.
Dalam sambutanya Wakil Rektor 1 Dr Hj Iis Ristiani sangat merespon positif atas kunjungan Monev tersebut. "Terima kasih atas kunjungan Monev dari LLDIKTI ini, tentunya kami sudah siapkan data yang diminta tim Monev, ini bahan evaluasi bagi kami," kata WR 1.
Sekretaris LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten Ir. Dharnita Chandra, M.Si mengatakan Monev sesuai jadwal dari LLDIKTI Jabar. Secara struktural LLDIKTI Wilayah IV merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melaksanakan tugas Pembinaan, Pengendalian, dan Pengawasan (BINDALWAS) kepada PTS berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta, dan saat ini berubah bentuk menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) berdasarkan Pemenristekdikti no.15 tahun 2018.
"LLDIKTI berfungsi membantu meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Indikator mutu penyelenggaraan pendidikan merupakan satuan kerja pemerintah yang berfungsi membantu meningkatkan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Indikator mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi yaitu terlampauinya Standard Nasional Pendidikan Tinggi yang dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi swasta. Jadi Tim monev akan mendata yang diperlukan teknik dan sarana prasarana, sistem informasi dan lainnya," kata Dharnita.
Menurutnya, Monev bukan mencari kesalahan tapi hanya ingin membenarkan yang salah dan jika ada keselahan dibina. "Sesuai tugas kami dalam pembinaan yaitu menasehati yang kurang, sesuai tugas dan pokok kami pembinaan, fasilitator, peninjau mutu perguruan tinggia, evaluasi keseluruhan semua yang terkait dengan perguruan tinggi, kalau tahun lalu sifat monev ada beda dari sekatang, kalau tahun lalu tim monev hanya mengambil format yang kami berikan, ternyata setelah dievaluasi tidak optimal, dan sekarang beda harus cek langsung, kroscek langsung dari perguruan tinggi dan ada masukan bagi kami, kita perbaiki," kata Dharnita.
Pada Monev tahun ini setiap bagian yang akan dimonev sudah tersedia linknya, termasuk laporan hasil validasi dan evaluasi. "Data yang ada di kami dikroscek dengan data yang ada di PT UNSUR, buka juga link websitenya, ada 4 bagian yakni, Bagian Tendik dan Sarpras, Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Kelembagaan dan Sistem Informasi dan Bagian Umum. "Kita akan mengecek bagian dari kami, kita juga ingin tahu sudah sampai pada proses belajar mengajar di PT, bagaimana penerapan SKS, karena PT sekarang banyak menerapkan kebijakan yang salah, maka kita pastikan semua itu," ungkapnya.
Semua menurutnya agar lebih detail lagi, berapa jumlah SKS yang diambil, juga absen, aktivitas mahasiswa. "Kita cek semua, termausk jumlah semester apa 2 semester atau 3 (144 SKS), sekarang tidak ada istilah semester antara karena ingin lebih cepat selesai, kita mintai contoh semua, harus bisa menunjukkan skripsi yang jumlahnya harus lebih dari 5, berapa lama perbaikan skripsi, karena maksimal 1 bulan, batas waktunya bukan tahunan, semua hal-hal lebih terperinci, sesuai panduan dan itu otonomi," ujarnya.(tim)