Unsur Kembali Meraih Kepercayaan dari Belmawa Ristekdikti

Unsur Kembali Meraih Kepercayaan dari Belmawa Ristekdikti

PASIR GEDE-Universitas Suryakancana (Unsur) mendapat bantuan program Penugasan Dosen di Sekolah (PDS) dan implementasinya di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Tahun 2019 dari Kemenristekdikti. Program ini menguatkan kemitraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsur dengan 2 sekolah pada jenjang yang berbeda yaitu SMP Negeri 3 Cianjur dan SMA Pasundan 1 Cianjur.
Selain itu, mengaplikasikan PDS tahun 2018 yang lalu sebagai bentuk tindak lanjut. Pelaksanaan program ini dilaksanakan dari bulan Juni-Oktober 2019 dengan beberapa kegiatan yaitu sosialisasi, koordinasi, workshop, pelaksanaan mengajar, penelitian, hingga publikasi ilmiah.
Pada tahun sebelumnya yaitu 2018, FKIP Unsur juga sudah melaksanakan program yang sama bermitra dengan 4 sekolah yaitu SD Al Azhar Cianjur, SMPN 1 Cianjur, SMA PGRI Cianjur, dan SMAN 2 Cianjur. Beberapa luaran dari hibah PDS 2018 ini yaitu best practice berupa perangkat pembelajaran (RPP, bahan ajar/modul, LKS, jurnal refleksi), video pembelajaran, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah.
Mengawali kegiatan program PDS dan implementasinya di LPTK dalam menyamakan persepsi tentang luaran atau beberapa dokumen yang dihasilkan dilaksanakan kegiatan Workshop Penyusunan Luaran Program PDS dan implementasinya di LPTK di ruang pertemuan FKIP Unsur, pada 3-4 Juli 2019.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor 1 Unsur, Dr. Hj. Iis Ristiani, M.Pd, dihadiri para tamu undangan dari pimpinan Unsur, pihak Sekolah Mitra, dan Gugus Penjamin Mutu FKIP. Pesertanya yaitu dosen-dosen yang sudah memiliki pengalaman dan sudah mempunyai sertifikasi dosen profesional serta guru-guru sekolah mitra.
Pada sesi workshop dengan pemateri pertama yaitu Dr. H. Munawar Rois, M.Pd. mengenai gambaran umum program PDS dan implementasinya di LPTK. Pada sesi kedua, materi tentang Penyusunan Publikasi Ilmiah berstandar Nasional dan Internasional disampaikan oleh Dr. Hj. Siti Maryam, M.Pd. Pada sesi terakhir, pemateri ketiga yaitu Ari Septian, S.Si., M.Pd, menjelaskan tentang bagaimana menyusun perangkat pembelajaran dan pembelajaran berbasis TIK.
Program PDS dan implementasinya di LPTK Tahun 2019 diharapkan memberikan manfaat bagi guru dan sekolah dalam mendapatkan wawasan tentang pembelajaran berbasis pada teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran, serta penelitian. Selain itu, diharapkan juga memberikan manfaat bagi dosen dan mahasiswa FKIP Unsur dalam melakukan inovasi pembelajaran yang menggambarkan suasana nyata tentang pembelajaran di sekolah agar dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa menempuh PLP dan/atau PPL.
Kemampuan dosen-dosen juga harus mampu juga melakukan kemampuan literasi di era industri 4.0 yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan perkuliahan dengan metode blended learning (campuran antara tatap muka dan daring). Selain itu, dosen harus menerapkan pembelajaran inovatif yang mengembangkan critical thinking, creative thingking, communication, collaboration untuk berpikir tingkat tinggi.(*)