UNSUR Dapat Program KKN Tematik Kewirausahaan

UNSUR Dapat Program KKN Tematik Kewirausahaan

PASIR GEDE-Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur menjadi salah satu dari dua perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia yang kembali mendapat kepercayaan menggulirkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan.
Program KKN Tematik hasil kerjasama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan The United States Agency for International Development (USAID) tahun 2019 ini melibatkan sebanyak 40 ribu mahasiswa dari 8 PTN dan 2 PTS di Indonesia.
Ke 10 perguruan tinggi tersebut ialah Universitas Suryakancana (UNSUR), Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Siliwangi (UNSIL), Universitas Kuningan (UNIKU), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Jember (UNEJ), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Rektor UNSUR Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., MH., S.pN dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Dr. dr. Hj. Trini Handayani, S.H, M.H menghadiri penandatanganan kerjasama program KKN Tematik Kewirausahaan "Penandatanganan Nota Kesepahaman Antara USAID Mitra Kunci Initiative dan Konsorsium Perguruan Tinggi" Untuk KKN Tematik Kewirausahaan di Gedung Ristekdikti Jakarta, bersama 9 Rektor lainnya, Senin (10/6).
Director Office of Human Capacity and Partnership USAID Thomas P. Crehan mengatakan, kerjasama ini berjalan hingga 2021 nanti, dan pada tahun ini dipilih tema kewirausahaan. Sebab mereka ingin membantu Indonesia untuk menuju kemandiriannya. "Modul kewirausahaan sudah kami siapkan, nantinya modul tersebut bakal dibawa mahasiswa saat terjun ke masyarakat," kata Thomas di kantor Kemenristekdikti Senin (10/6) seperti dikutip dari website Kemenristekdikti.
Menurutnya program pendanaan serupa juga sudah dilakukan USAID di negara lain. Namun program untuk Indonesia ini disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Dia berharap kerjasama ini berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi masyarakat dan mahasiswa.
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar menuturkan, sejatinya program KKN itu bukan suatu kewajiban. "Tapi KKN ini adalah program yang baik,” ujarnya seraya jika kampus memiliki otonomi untuk menetapkan program KKN itu kewajiban atau tidak.
Guru besar ITB itu menjelaskan bahwa KKN sudah menjadi trade mark pendidikan tinggi di Indonesia. Dia berharap dengan ikut KKN, mahasiswa bisa merasakan langsung persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Kemudian pada mahasiswa bisa berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan masyarakat. Khusus untuk bidang kewirausahaan itu, Ismunandar mengatakan bisa berupa produk yang sudah ada di masyarakat. Diharapkan dengan pembekalan kewirausahaan, masyarakat setempat bisa meningkatkan kegiatan ekonominya.(*/net)