Rektor Buka Seminar Nasional Halal Lifestyle

Rektor Buka Seminar Nasional Halal Lifestyle

PASIR GEDE-Rektor Universitas Suryakancana (Unsur) membuka acara Seminar Nasional Ekonomi Syariah 'Halal Lifestyle and Syariah Business" yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Unsur, di Hotel Grand Bydiel Cianjur, Sabtu (27/4).
Hadir sebagai pembicara Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D yang diwakili Kepala Bidang Pengawasan Pusat Pembinaan dan Pengawasan Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, H Eddy Mawardi, MH, Plt Bupati Cianjur yang diwakili Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur, H Himam Haris, M.Pd, dan CEO Astrajingga Inovasi Digital - Start Up Founder Halal Local Muhammad Senoyodha B. Hadir dari Yayasan Unsur Dr H Saeful Millah dan H Kasmiri, juga Wakil Dekan II FEBI Hj Yani Nuraeni dan Wakil Dekan III FEBI sekaligus Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DPD Cianjur Herlan Firmansyah ME. 
Rektor Unsur Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., MH., S.pN dalam sambutanya mengatakan, kedepan diharapkan Unsur menjadi pusat halal di Kabupaten Cianjur dan Indonesia. Tentunya FEBI dibantu dengan Fakultas Sains Terapan (Faster) yang punya laboratorium akan mengembangkan lembaga halal tersebut. "Maka harus ada sarananya uuntuk menguji halal tidaknya suatu produk makanan dan lainnya," kata Rektor.
Menurutnya, di dunia saat ini China memiliki pertumbuhan ekonomi paling cepat dan memiliki cadangan devisa yang juga besar. Maka tak heran jika orang China banyak yang kaya, bahkan mereka kini sudah mengkonsumsi makan yang harus dijaga, karena sudah banyak duit maka cari makan dan minuman juga yang baik dan tentunya produk halal.
"Di Beijing jika mencari makanan halal di setiap restoran maka akan ada tanda halal, dan lebih laku dari restoran biasa, karena jika ada restoran label halal maka dianggap makananyapun sehat, di Indonesia juga sudah mulai penerapan produk halal untuk obat, maka untuk melakukan sertifikasi halal itu lebih ketat lagi diatur dari bendanya dan bahan bakunya darimana dan kemasan dari apa, maka harus dicek supaya jadi halal, ada SOP nya dan harus punya sertifikat produk halal itu dan Cianjur sebagai kota santri produk halal sudah menjadi kewajiban, kota gerbang marhamah, maka Unsur membantu pemerintah untuk membudayakan masyarakat mengkonsumsi produk halal yang diridhoi Allah Swt. Maka dengan produk halal akan meningkatkan kualitas manusia hebat 'life skill'," terang Rektor.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Cianjur H Himam Haris, M.Pd dalam pemaparanya sudah ada sekitar 340 lebih produk yang bersertifikasi produk halal di Kabupaten Cianjur. Maka saat ini pihaknya terus berupaya untuk mensosialisasikan lagi agar para pelaku usaha (UMKM) dan koperasi juga agar mencantumkan sertifikat halal yang resmi. "Kalau tahapan izin PIRT ada di Dinas Perizinan Satu Atap dan juga oleh Dinas Kesehatan baru produk halal dan sekarang masuk pada perizinan satu atap, ini izin kelembagaan tapi ini izin produksi PIRT dikelola oleh satu atap," ungkap Himam.
Selain itu ada Bisnis Syariah yang juga terus berkembang, dan sebagian yang belum diarahkan untuk menjadi Syariah. "Kita akan coba untuk yang berkembang untuk menjadi syariah, salah satunya produknya agar halal, mungkin kalau kita kelola Pasar Syariah dan kita jamin bisa cepat terwujud dan juga bisa lama. Kita mencoba menggerakan masyarakat kita yang pada umumnya melanjutkan kesehatan prima lewat makanan yang halal. Cianjur ke depan bisa komitmen meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dan akademisi untuk perkembangan ekonomi syariah, mitra kerja pelaku usaha menggiring mengembangkan ekonomi yang berbasis syariah. Koperasi Simpan Pinjam dan pembiayaan syariah termasuk mengelola zakat, infak dan sodakah, kita bantu 15 koperasi dengan system syariah bekerjasama dengan BPJPH," jelasnya.(**)